Bekti Sudra Atmadja Dibalik Desain Majalah Wisata


kanal. piknik. majalah. wisata

MENOREHKATA_Seperti sumber mata air alam yang tak pernah kering, bicara tentang kawanku Beki. Gagasannya banyak lagi sangat kontroversi, dus serba inovatip. Selalu baru dan cenderung banyak manfaatnya. Tak jarang membuat mata siapapun terbelalak (kaget) manakala buah pikirannya ter-realisir. Tulisannya tentang sejarah, budaya, destinasi wisata sangat ‘menonjok’ (saya biasa menyebut untuk tulisan yang sangat berbobot), penemuan news dan opininya menggiring agar siapapun pihak yang dikritisi segera bangkit berbenah. Salah satu karyanya  yang sempat saya simpan adalah desain majalah wisata kala itu bernama: kanalpiknik.com, nama media wisata yang keren dan menurutku itu fantastis, sebab selain saat desain ini dibuat tak kurang dari setengah jam saja rampung, uniknya lagi medsos wisata tersebut punya satu trend kolom yang hanya Kang Beki saja yang bisa menjadi Gate Keeper-nya, seperti ruh dan badan, semacam editorial-lah jika di mass media, hingga bisa menampakkan arah kemana media tersebut akan dibawa. Sampai kini telah banyak ide yang mengalir deras namun diantaranya ada yang belum terealisir, oleh banyak sebab memang. Belum lagi tak semua pihak dapat  memahami langkah-langkah dan pandangannya soal wisata di Bumi Wali ini. Kang Beki sosok yang inovatip dan gres, tapi sayang idenya untuk mengembangkan destinasi wisata Tuban dalam bentuk media sosial (media online) selalu berkendala, kompleks. Atau mencoba berharap mendapat respon dari penguasa saat ini? Entahlah, apa perlu menunggu pemimpin yang ‘ngeh’ dengan  persoalan wisata di Tuban saat ini,  memangnya ada? . Menurut saya ’eman’,  satu sisi Tuban butuh pemikir yang menelorkan ide-ide brilian, sisi yang lain di Tuban belum ada manager yang tepat dan berani nongol, apalagi mengadopsi dan merekrut pemikir-pemikir dari rakyat semacam Kang Beki. Saya kira Tuban perlu memahami strategi mengembangkan semua aspek wisatanya. Tampaknya sampai sekarang buah pemikiran Kang Beki belum pernah diendus oleh penguasa Tuban. Keberadaan media sosial berbau wisata semacam kanalpiknik.com (kini off) adalah mediator bermanfaat untuk mengembangkan wisata di Tuban yang kini masih malu-malu dan tak sedikit  masih ‘tertidur’.  Tuban butuh pemimpin yang paham akan maksud rakyatnya, rakyat yang merasa ‘handarbeni’ dan bergelora ingin menyelamatkan tanah kelahirannya, rakyat yang ambisi potensi wisatanya dikembangkan sehingga mampu menghidupkan nyawa ekonomi rakyat agar merata dan imbang. Bukan lantas melulu berpikir ala kolonialis, yang hanya mampu ‘menjajah’ _ mengeksploitasi_mengeruk sumber daya alam saja demi hidupnya dapur orang-orang kaya tertentu dan kalangan pebisnisnya. Ada ungkapan bijak  “jangan bertanya apa yang akan diberikan oleh negerimu kepada kalian, namun bertanyalah apa yang telah kalian perbuat untuk negerimu”, yang berarti rawatlah negeri ini tanpa pamrih, sebab pamrih atau Riya’  salah satu perbuatan yang sangat dibenci Tuhan. Lantas jika ada media sosial wisata dengan trend dan buah pemikiran yang baru lantas ‘diemohi’ dipandang sebelah mata, terasa janggal. Tahun 2015, Quo vadis wisata Tuban?

penulis: Rudono Hadi
Ilustrasi: Bekti Sudra Atmaja

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s