Kala Ingin Ngopi, Ingat VW Coffee Combi (Bag.1)


menorehkata.foto.edwinwp

MENOREHKATA, Bandung__Hawa dingin kota Bandung dan rasa sakit di kepala ini memaksa saya harus cepat menemukan kedai kopi. Setelah berputar-putar lama di jalanan Kota Kembang dan melahap musik-musik  blues, laju mobil mulai terasa dipelankan oleh temanku yang mengantar, sampailah kami di jalan Ganeca dekat kampus ITB. Mataku  tertuju pada mobil klasik Volkswagen Combi keluaran tahun 1973 warna Merah-Marun yang dikerubuti anak-anak muda. Dan benar saja, arah mobil dibelokkan ke kerumunan itu. Rasa penasaran saya sirna setelah melihat neon box bundar di atas VW bertuliskan logo COFFEE COMBI. “Wah! sebuah kedai kopi mobil yang unik, mantab!” gumamku dalam hati. Kegembiraanku lepas membelah rasa pening di kepala, antara penasaran dan ingin segera ngopi  memompa langkah saya untuk bergegas mendekat.

Sembari antri pesan kopi, saya amati konsumen yang didominasi kalangan anak muda, dan para mahasiswa itu rata-rata menyukai chococino caramel dingin. Namun saya lebih tertarik aroma minuman kopi panas daripada kopi dingin. Saya berharap dengan minum kopi panas bisa menghilangkan sakit kepala akibat telat ngopi. Menjadi pecandu kopi sepertiku bukanlah pilihan, karena efeknya membuat kepala sakit jika telat ngopi. Pembaca boleh tahu, bahwa tiap jam 09.00 pagi sakit kepala bakal merambat apabila belum ngopi. Ah! jangan seperti saya deh, susah menyembuhkannya. Aktifitas pagi bakal terganggu.

foto7_kanalpiknikAmericano coffee atau blackcoffee panas menjadi pilihan pecandu kopi seperti saya. Sengaja saya menikmati kopi di dalam ruang dapur mobil VW untuk alasan liputan. Ruang yang hanya cukup untuk dua orang Barista (peracik minuman kopi) beraktifitas ini sengaja didesain sangat rapi. Yang mengesankan deretan peralatan modern dengan tatanan apik gelas plastic berdesain khusus berlogo Coffee Combi, di sebelahnya Tiramisu dan Hazelnut syrup pelengkap rasa kopi. Tidak banyak Ritual Coffee di dalamnya, ini semata karena peralatan modern super otomatis mesin espresso tipe BTC (Bean to Cup) mengubah kebiasaan Brewing jadi super cepat, dalam hitungan detik mengubah biji kopi menjadi espresso atau ekstrak kopi cair yang siap minum.

foto2_kanalpiknikSemua aktifitas mesin modern ini serta lampu penerang outdoor-indoornya dikuasai oleh genset berkapasitas 5000 watt. Balutan warna dindingnya cerah memberi kesan hygienis, sangat mendukung performa barista yang cekatan dalam memadukan resep kopinya. Saat mesin berputar dan mengeluarkan cairan ekstrak kopi, ruangan berubah total oleh harumnya kopi segar. Hemm…menambah krasan siapa saja yang ngopi di kedai mobile ini.

Adalah Edwin Widya Perdana dan Rahadika Widya Nugraha, kakak-adik pemilik dan pengelola Coffe Combi ini memulai usahanya sejak akhir tahun 2011. Di sela-sela waktu kuliahnya, mahasiswa Manajemen Komunikasi Universitas Padjajaran dan mahasiswa Ekonomi Tri Sakti Jakarta ini membuka kedai kopi uniknya setiap hari dengan dibantu empat orang Barista. Usahanya ini tergolong baru, belum ada kompetitornya sehingga mereka bisa menjual hingga seratus cup kopi sehari, sebuah bisnis fantastis.

Karena berada di sekitaran kampus ITB tentulah Edwin panggilan akrabnya, tidak mematok harga tinggi, cukup merogoh kocek maksimal 15 ribu Rupiah untuk berbagai menu kopinya.
“Coffee Combi menawarkan menu-menu kopi yang ceria dan fruity karena menyasar segmen mahasiswa. Jadi buat mahasiswa ITB yang mumet habis praktikum, tinggal keluar lewat gerbang parkir motor terus pesan kopi dengan harga yang tidak menggigit kantong anak kosan” ungkap Annisa, mahasiswi yang asli Bandung itu di sela-sela antrian pembeli.

menorehkata.wordpress.comIdenya berawal dari kegemaran ngopi di coffee shop, hampir semua coffee shop yang mereka kunjungi suasananya terasa monoton itu-itu saja, sepi pembeli. Dari situ timbul ide unik mereka, dengan merehab total mobil VW sedemikian rupa, dengan harapan bisnis kedai kopinya bisa dibawa ke mana-mana.

Tentu bukan keputusan ringan untuk merealisir idenya, butuh keberanian dan pemikiran matang, strategi bisnis serta dana yang tidak tanggung-tanggung hampir 50 juta rupiah untuk merombak total mobil tua tersebut dengan desain lengkap plus peralatan modern dapur kedainya.

“ Saya berharap desain unik mobil kuno itulah akan membuka imej di kepala konsumen tentang kopi. Ya semacam iklanlah kala ingin ngopi maka ingat VW Combi atau Coffee Combi” jelas Dika optimis.

 

 

Penulis: Rudono Hadi
Fotografer: Dea Widya Firmansyah

Iklan

2 responses to “Kala Ingin Ngopi, Ingat VW Coffee Combi (Bag.1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s