Habitat Spinifex Pasir Putih Remen Terancam


menorehkata.wordpress.com_rumput landak pantai pasir putih remen jenu tuban.jpg3

Saat penulis datang ke lokasi pantai wisata Pasir Putih di desa-Remen kecamatan-Jenu Tuban Jawa Timur, yang saya cari adalah tumbuhan liar, rumput yang unik bentuknya dan hanya ada di pantai sebagai habitatnya. Suket atau rumput berbentuk bola berduri dulu sering saya jumpai, namun sayang di pantai Pasir Putih Remen kini jumlahnya bisa dihitung dengan jari.

save for suket-landak pasir putih remen

Suket Landak atau Spinifex ini terancam populasinya oleh tangan usil manusia

Belum jauh berjalan, saya temukan dua tangkai ‘Suket Landak’ tergeletak begitu saja di pasir,  masih segar seperti baru dicabut dari habitatnya. Ini membuat saya kesal dan  penasaran, saya terus berkeliling di pasir putih ini hingga ke tengah rerimbunan semacam pulau pasir yang  dikelilingi danau air laut. Di dekat anak-anak bermain ada kira-kira 10 tangkai dalam kondisi hidup di air. Saat itu hati saya sungguh girang bukan kepalang, dalam hati menebak-nebak pasti ada lagi lainnya yang masih selamat dari tangan usil. Tapi sejauh ini saya belum menemukan lagi. Dalam benak saya, habitat ini harus dijaga, apapun alasannya tidak boleh wisatawan seenaknya mengambil Suket Landak yang makin berkurang jumlahnya. Saya jadi ingat dengan Edelweis di gunung Bromo yang bernasib sama, dipetik dari habitatnya tanpa mempedulikan kelestariannya.

Masyarakat Tuban sering menyebutnya dengan istilah ‘Suket-Landak’ untuk rumput unik ini. Bentuknya berbulu melingkar membentuk bundaran bola, sekilas seperti bulu hewan Landak. Habitatnya makin terancam di pantai utara Tuban. Selain di pantai Pasir Putih Remen di Tanjung Awar-awar juga ada. Habitat rumput ini adalah pantai yang jarang dijamah orang, seperti pantai utara Tuban sisi barat: pantai Glondhong, pantai Tambakboyo hingga Bancar. Untuk wilayah pantai utara Tuban sisi timur seperti di daerah pantai Tasikharjo dan TWLT, pantai Ngeboom, pantai Sukolilo, pantai Panyuran hingga pantai Ngaglik sudah punah. Ulah manusia adalah penyebabnya.

Istilah Latinnya adalah Spinifex, merupakan anggota suku rumput-rumputan (Poaceae) tumbuh di kawasan pantai bergumuk, terutama di Indonesia dan Australia. Tumbuhan ini dicirikan oleh organ generatifnya yang berbentuk seperti landak tetapi ringan, sehingga apabila terlepas dari tumbuhan induk akan berkeliaran tertiup angin pantai. Nama lokal lainnnya adalah Rumput Lari atau Rumput Angin.

Orang Jawa menyebutnya Jantran, Ketranan atau Tikusan. Dalam bahasa Sunda dikenal sebagai Jukut Jongkrang dan orang Madura mengenalnya sebagai Rebba Angin. Selain di kedua tempat tadi, Spinifex juga dapat dijumpai hingga ke Asia Timur subtropika dan Selandia Baru dan Kaledonia Baru. Jenis yang asli Asia adalah S. Littoreus, sedangkan tiga jenis lainnya tumbuh alami di Australia dan Selandia Baru.

Struktur generatif Spinifex, menunggu ditiup angin. Rumput Angin  berperan penting dalam ekosistem gumuk pasir pantai, karena rumpunnya menjaga pasir agar tetap stabil (tidak mudah berpindah). Bentuk bunganya yang aneh membantu dalam penyebaran biji di habitatnya.

Penulis : Rudono
Fotografer : Sapto Wahyu Murni

Iklan

One response to “Habitat Spinifex Pasir Putih Remen Terancam

  1. maaf bapak penulis, penelitian saya tentang spinifex namun sampai sekarang di pantai di daerah saya sudah tidak ada lagi. Boleh tau daerah pasir putih Remen masih banyak tidak rumput spinifex ini ? Terima kasih. Mohon balasannya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s